Hai, readers.
Saya Nuryanti. saya adalah alumni MA. Fatwa Alim tahun 2013. Saya adalah penerima beasiswa bidik misi dan berkuliah di Universitas Sebelas Maret Jurusan Pendidikan Sosiologi Antropologi. Rumah saya tak jauh-jauh dari MA kita tercinta.
Membahas beasiswa bidik misi, bagi saya seperti berbicara mengenai perjalanan 4 tahun kehidupan yang penuh warna. Ya, sekarang saya sedang menjalani semester 8, semester penghujung dalam rencana studi S1.
Banyak pengalaman selama studi S1 yang saya rasakan, baik dalam hal keorganisasian, kuliah di kelas, ikut seminar-seminar, diskusi buku, nugas sampai larut malam, jalan-jalan ke Jogja (UGM, UIN, UII Jogja), main ke Semarang (UIN Semarang dan UNNES), ke tempat pariwisata sekitaran Solo, Jogja, Semarang juga pernah saya lalui.
Pada awalnya, saya tak menyangka bisa berkuliah dan mendapatkan beasiswa. Hal ini diluar dugaan, karena rencana setelah lulus, bapak selalu bilang akan menikahkan saya. Hingga pusaran nasib menyeret saya ke Solo, kotanya Pak Jokowi. Gak jadi nikah deeh. hehehe
Nah, bagi siswa-siswa kelas XII, hendaknya kalian bisa merencanakan dengan matang, mau kemana setelah lulus dari madrasah tercinta. Apakah mau kerja? daftar TNI/Polisi? mau kuliah? atau mau menikah? atau rencana lain?
Jika mau kuliah, kalian harus persiapan semuanya dari kelas X terutama nilai rapor yang konsisten baik dan lebih baik kalau kurvanya meningkat dari semester ke semester. Selain itu, jurusan apa yang kalian inginkan, harus dipikir matang-matang dari awal.
Untuk pembiayaan, usah terlalu khawatir. Karena ada beasiswa Bidik Misi yang nantinya akan dikoordinir oleh sekolah. Tapi kita juga harus mempersiapkan keuangan karena pada masa awal-awal studi beasiswa ini belum cair. Maka dari itu, komunikasi yang baik dengan orang tua harus dijaga.
Namun, kita harus berlapang dada ketika mencari ilmu, kalau meminjam istilah Bu Dewi, "orang menuntut ilmu ibarat ngenthung, atau menjadi kepompong. Jadi seperti orang berpuasa, bertirakat, supaya kelak bisa menjadi kupu-kupu yang indah".
Setelah menjalani kuliah selama setahun dua tahun, kalian akan dihadapkan dengan kabar teman satu MA yang bekerja, sudah bisa beli ini itu untuk diri sendiri atau orang tua. Sedangkan jadi mahasiswa, masih berproses mengerjakan tugas, baca buku, atau praktikum yang malah membutuhkan biaya. Pengeluaran pasti, pendapatan dari beasiswa dan usaha lainnya pas-pasan. Ya begitulah jadi mahasiswa.
Selanjutnya, mau kemana setelah lulus madrasah, the choice is yours.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar