SEMUA ADA MANFAATNYA
RABBANA MA KHOLAQTA HADZA BATHILA
“Allah menciptakan segala seuatu dimuka bumi tidak ada yang sia-sia”
Begitu kaya alam ini, begitu indah semesta ini, beragam ciptaan-Nya melimpah-ruah dalam hamparan bumi. Tak satupun ciptaan yang sia-sia, semua ada manfaatnya. Apakah kita pernah beranggapan ada makhluk ciptaan Allah yang kita rasa tidak bermanfaat. Saya rasa pasti pernah. Namun kita juga harus tahu bahwasanya segala ciptaan Allah yang terpampar luas didunia ini adalah semata-mata bukti dari limpahan kasih dan sayang yang Allah curahkan kepada setiap makhluknya, yang diantara satu dengan yang lainnya saling bersimbiosis (berhubungan).
Mengapa saya mengatakan semua ciptaan memberi pengaruh terhadap ciptaan lainnya, sebab Allah selalu menciptakan segalanya berdasar kebutuhan dari makhluknya. Misal dari yang terkecil, binatang lalat. Kita berfikir lalat adalah hewan pembawa penyakit, sehingga timbulah anggapan lalat adalah binatang yang tidak berguna dan justru mengganggu. Akan tetapi, tahukah kita bahwa dengan adanya lalat memberikan pengaruh sentral dalam keseharian kita. Tanpa lalat kita tidak akan tahu pentingnya menjaga kebersihan, sebab lalat hanya mau hinggap ditempat-tempat kotor. Sehingga munculah berbagai cara untuk menjaga lingkunagn untuk tetap bersih. Begitupun diciptakannya nyamuk, dimana tanpa diciptakannya tidak akan muncul berbagai penelitian tentang obat-obatan pembasminya. Bahkan dengan hal itu dapat juga ditemukan belbagai varietas nyamuk, salah satunya nyamuk Aides Aighepty yang menyebabkan DBD (demam berdarah) atau nyamuk malaria yang menyebabkan penyakit malaria.
Masihkan kita berfikir, apakah ada ciptaan Allah yang tidak bermanfaat ? Ataukah kita berfikir apakah kita ini diciptakan ada manfaatnya ?
“Khoirunnaas anfa’uhum linnaas” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. Mungkin hadits ini hadir sebagai perintah untuk umat manusia agar menjadi pribadi yang bermanfaat. Logikanya jika Allah saja sudah mengatakan sedemikian adanya, berarti Allah memberikan kita isyarat bahwa kita diperintahkan untuk mencari kebermanfaatan kita untuk sesama. Tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu jika sesuatu itu tidak dimiliki oleh hamba-Nya. Singkatnya semua manusia pada esensinya mempunyai manfaat bagi manusia atau makhluk lainnya.
Jika mereka yang bergelut pada bidang sains-tek, mereka bermanfaat dalam kemajuan ilmu teknologi dan penelitian. Berbeda dengan mereka yang bergelut dalam bidang sosial, mereka sangat bermanfaat dalam kemajuan bidang kemsyarakatan atau sosial. Setiap orang mepunyai keahlian sendiri-sendiri, maka jangan selalu membandingkan diri kita dengan orang lain. Jika kita tidak mampu memberikan manfaat dalam bidang teknis, mungkin disisi lain kita bermanfaat dalam bidang lainnya, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang ahli dalam segala bidang, kecuali Rasulullah SAW. Dengan itu apa yang kita miliki marilah kita khidmah-kan selama kita bisa. Bisanya apa yaaa... itu yang kita optimalkan, jangan berharap lebih jika yang ada saja belum maksimal.
Saya itu sering memikirkan, apa yang bisa saya lakukan. Berdeda dengan mereka yang mahir dalam beberapa bidang, sedangkan aku bisa apa. Namun saya juga tak lupa berfikir, masak iya Allah menciptakan makhluk-Nya tanpa manfaat. Bukankah salah satu sifat Allah adalah An-Nafi’. Rasanya tidak mungkin jika Allah menciptakan suatu makhluk yang tidak ada bermanfaat, termasuk saya. Pasti Allah menyimpan kebermanfaatan dalam jiwa raga saya. Pasti ! tugas saya adalah untuk menggali potensi itu sedalam dalamnya hingga keluar kejernihannya. Begitupun dengan Anda.
Allah menciptakan sesuatu bukanlah tanpa alasan. Salah satu ciptaan terindah adalah kita suci Al-Quran dengn gaya bahasa perpaduan antara sastra dan filsafat Arab tersebut membuat bahasa yang ada tidaklah dapat dibandingi oleh karya siapapun. Bahasa dan irama yang terlantun tidaklah pernah terbandingkan sepanjang zaman. Tak satupun ayat yang ada didalamnya yang tidak menimbulkan sebuah penelitian. Ambilah contoh ayat 1 surat Al Ikhlas : “Qul huwwallahu ahad” katakanlah bahwasanya Allah itu Esa. Apa yang menjadi daya pikat sepenggal ayat ini hingga banyak sekali bermunculan penelitian untuk membuktikan bahwa Tuhan itu hanya satu (Esa), yaitu Allah SWT. Cukup logis bukan ? Oleh sebab itu jangan marah dan menyalahkan umat Islam jika mereka marah bila ada yang menistakan sepenggal ayatpun dalam Al Quran. Karena hanya Al Quran lah satu-satunya kitab yang dijaga ke-orisinilannya langsung oleh pencipta-Nya, yaitu Allah SWT.
Dengan ini cukuplah tulisan yang saya buat ini, semoga memberikan manfaat untuk Anda meskipun sedikit. Walaupun sedikit, setidaknya mampu membuktikan bahwa saya juga ada manfaatnya. Hehehe...
“Satu-satunya sumber ketidak syukuran kita adalah karena kita seringnya melihat siapa yang ada diatas kita dan seringnya melupakan siapa yang ada dibawah kita”.
#Sholikhin Mubarok#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar